jurnal hakikat peserta didik

www.jurnal0rgpesertadidik.id.com

Hakikat Peserta Didik

Cecep Sanusi, Devia Lestari, Eva Siti Farida Zahra, Ilma Nurmayanti Koyimah, Iqlima Khoerunisa, Mochammad Fachri Aulia Fajri, Chaerul Rochman
Program studi Pendidikan Fisika, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Bandung, Indonesia
E-mail: email penulis1; email penulis2; email penulis3; ilmanurmayanti@gmail.com; iqlima.khoerunisa9@gmail.com;

The Nature of The Learner’s

Abstract
Research is intended to understand the quality of educators' knowledge about the nature of learners. The framework of this research is that educators should understand the nature of students so that the development of students can proceed perfectly and get closer to the Creator. Educator's understanding of the nature of students becomes crucial. Starting from this it is necessary to know the meaning of the nature of students so that the potential of students can grow and develop optimally. Our research uses qualitative methods. The method of collecting data with the instrument in the form of a questionnaire questionnaire of twenty statements about the nature of students submitted to high school educators in West Java and Banten. The results of this study indicate that each respondent has a different perception in understanding the nature of students. This study concludes that the educator's understanding is quite capable of the nature of students and if students are able to instill the values of interaction in the learning process.
Keywords: Learners, Potential, Educator


Abstrak
Penelitian dimaksudkan untuk memahami kualitas pengetahuan pendidik tentang hakikat peserta didik. Kerangka pemikiran penelitian ini adalah pendidik seharusnya memahami hakikat peserta didik agar perkembangan peserta didik dapat berproses dengan sempurna dan lebih mendekatkan diri kepada sang Khalik. Pemahaman pendidik terhadap hakikat peserta didik menjadi hal yang krusial. Berawal dari hal tersebut perlu diketahui makna hakikat peserta didik agar potensi peserta didik dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Penelitian yang kami lakukan menggunakan metode kualitatif. Metode penghimpunan data dengan Instrument yang berupa angket kuesioner sebanyak dua puluh pernyataan tentang hakikat peserta didik yang diajukan kepada tenaga pendidik sekolah menengah atas di Jawa Barat dan Banten. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masing-masing responden memiliki persepsi yang berbeda dalam pemahaman hakikat peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman pendidik terbilang mumpuni terhadap hakikat peserta didik dan sekiranya peserta didik mampu menanamkan nilai-nilai interaksi dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci: Peserta didik, Potensi, Pendidik

________________________________________________________________________


PENDAHULUAN
Peserta didik merupakan insan yang dapat dikatakan belum dewasa dan memiliki potensi dasar seperti bahan mentah atau “Raw Material” (Fauzi, 2019; Miharja, 2016; Arifin, 2018; Harahap, 2017) dan memiliki aktivitas, kreatifitas dan jiwa spiritual yang berbeda dank has yang perlu dikembangkan dengan optimal agar bangsa Indonesia bisa berkembang dan menjadi negara yang maju. Pendidikan merupakan proses internalisasi dan transformasi nilai-nilai ilmu pengetahuan. Dengan pendidikan, bahan mentah tersebut diolah dan menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Namun kualitas generasi tergantung pada pengolahannya. Peserta didik memiliki kepribadian yang khas dan potensi yang berbeda-beda, maka dari itu, pendidik tidak boleh menganggap bahwa kemampuan dan potensi dari peserta didiknya itu sama. Ada yang cepat menerima materi pembelajaran, ada yang agak lambat. (Aisyah, 2015).
Untuk mengembangkan potensi dasar yang dimiliki peserta didik, pertumbukan dan perkembangannya perlu dipelajari dan dipahami. Karena tiap fase pertumbuhan dan perkembangannya berbeda-beda karena dipengauh oleh lingkungan ia berada. Namun, sampai saat ini masih ada sebagian pendidik yang belum bisa memahami dengan utuh apa itu hakikat peserta didik.
Pemahaman tentang hakikat peserta didik dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas karena pendidik paham metode pembelajaran yang harus digunakan dan selaras dangan globalisasi yang semakin berembang. (Harahap, 2017).

Pendidikan berperan untuk menumbuh kembangkan potensi manusia dan menyadarkannya pada tujuan diciptakan oleh Allah, yaitu mencari ridho dengan beribadah pada-Nya. Musaddad (2017) menyatakan bahwa manusai memiliki dua dimensi. yaitu Al – Ruh, yaitu sejumlah potensi kerohanian dala, memahami suatu hal. Atau dapat dikatakan kemampuan berfikir dan mentafakuri hal-hal disekitarnya. Dan yang kedua adalah Al – Jism, (Musaddad, 2017).
Maka dari itu, pendidik harus memahami hakikat peserta didik agar dapat membuat program yang dapat membia perilaku dan karakter peserta didik dan mencapai pedidikan yang diharapkan (Arif, 2019).
METODE
Jurnal ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan metode survei dengan cara penelitian data dengan beberapa survey untuk mengetahui pemahanman mengenai hakikat peserta didik.
Pengamatan ini kami lakukan pada bulan Oktober tahun 2019, dengan sasaran penelitian yang terdiri dari 3 orang guru mata pelajaran Fisika dan 6 orang guru selain mata pelajaran Fisika pada jenjang SMA/MA. Instrument yang dipakai ialah berupa kuesioner, terdiri dari 20 (dua puluh) pertanyaan mengenai hakikat peserta didik sebagai salah satu cara mengetahui tingkat yang responden ketahui mengenai hakikat peserta didik, langkah yang digunakan yaitu dengan memberikan kuesioner kepada para sasaran penelitian, mau itu dengan langsung (bertemu dengan guru yang bersankutan) maupun tidak langsung (melalui media sosial atau surat kabar elektronik). Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui survei yang telah dilaksanakan.
Dari pertanyaan yang disajikan dan tujuan dari penelitian berikut, diketahui jika yang dipakai dalam pengamatan ini adalah teknis analisis secara statistik deskriptif, yaitu cara yang juga berhubungan dengan pengumpulan dab penyampaian suatu data yang dapat memberikan penjelasan bermanfaat dalam format tabel diagram grafik yang disajikan dalam uraian-uraian singkat dan juga terbatas.





HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengambilan data tanggapan guru-guru tentang hakikat peserta didik, maka diperoleh hasil sebagai berikut.
1. Profil Responden
Profil responden yang mengisi angket tentang hakikat peserta didik dapat ditunjukan melalui grafik 1 berikut.



Grafik 1

Grafik 1 menunjukkan 9 (sembilan) responden guru Fisika dan guru mata pelajaran selain Fisika yang memberikan tanggapan terhadap 20 (dua puluh) aspek dari hakikat peserta didik. Prosentase rata-rata tanggapan guru adalah 91,9%. Dari sembilan responden yang mengisi, ada seorang guru yang memberikan pernyataan sesuai dengan kondisi ideal instrument (100%) yaitu Eman. Namun ada guru yang memberikan pernyataan hampir sesuai dengan kondisi ideal instrument, yaitu Elah (95,0%). Sedangkan responden yang paling rendah tanggapannya adalah Dude (70,0%).
Adapun informasi tentang Eman, Elah dan Dude merupakan guru dengan latar belakang akademik dan pengalaman yang bervariasi. Eman adalah guru Fisika laki-laki yang memiliki pengalaman mengajar selama 20 (dua puluh) tahun. Sedangkan Elah adalah guru Bahasa Indonesia perempuan yang memiliki pengalaman mengajar selama 15 (lima belas) tahun. Namun Dude adalah guru Fisika laki-laki yang memiliki pengalaman 21 (dua puluh satu) tahun.
Dari Deskripsi diatas informasi yang didapat adalah gambaran lamanya masa kerja tidak dapat menunjukan sebuah perbedaan mengenai hakikat peserta didik. Disamping itu, meskipun guru pengampu mata pelajaran yang sama (Fisika) dapat menunjukkan tanggapan yang berbeda. Antara Eman dan Dude tanggapan tentang hakikat peserta didik menunjukkan hal yang berbeda (100% dan 70,0%). Sehingga diduga ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi tanggapan guru terhadap hakikat peserta didik. Seperti halnya dikatakan bahwa pendidik harus memahami peserta didik beserta karakteristiknya (Musaddad, 2016).

2. Profil Jawaban terhadap Pertanyaan
Profil jawaban terhadap pertanyaan dari masing-masing responden dapat ditunjukan melalui grafik berikut.



Grafik 2

Profil hakikat peserta didik yang diisi oleh responden dapat ditunjukan melalui grafik 2 tersebut.
Grafik 2 menunjukan 20 (dua puluh) profil jawaban terhadap pertanyaan dari aspek yang termasuk pada Hakikat peserta didik. Dua puluh pertanyaan telah ditanggapi oleh seluruh responden. Dari grafik dua diperoleh bahwa rata-rata pertanyaan yang diisi sebesar 100%. Namun, dari seluruh pernyataan yang diisi, 86,3% pernyataan yang diisi dengan tepat. Dari 20 pernyataan, ada 6 (30%) pernyataan yang dijawab dengan terpat oleh seluruh responden.
Salah satu pernyataan yang dianggap paling mudah oleh seluruh responden adalah pernyataan nomor 8, yakni peserta didik memiliki potensi baik fisik maupun mental yang berbeda yang merupakan pernyataan positif. Semua responden tepat dalam menanggapi pernyataan nomor 8 ini. Berdasarkan deskripsi dan informasi diatas diperoleh gambaran bahwa responden mengetahui bahwa peserta didik merupakan manusia yang sedang berkembang menuju kedewasaan memiliki beberapa karakteristik yang berbeda satu sama lain (Sadulloh, 2015).
Perkembangan peserta didik ditinjau berdasar dari potensi peserta didik itu sendiri, maksimal dengan bantuan dari pendidik (Ramli, 2015). Seorang guru memiliki kewenangan dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam menentukan perkembangan segenap potensi yang dimiliki peserta didik yang akhirnya mampu hidup mandiri dan dapat mengembangkan nilai keperibadian sesuai dengan tuntunan kepercayaan orang muslim yaitu islam dan selalu siap siaga dalam menghadapi pernasalahan hidup. Kemampuan dan bakat yang peserta didik miliki dapat bertumbuh kembang sempurna dengan bantuan dari pendidik. Seorang guru memiliki kewenangan dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam menumnbuh kembangkan segala potensi yang pesrta didik miliki agar bisa mandiri dan menumbuhkan kepribadian (Ramili, 2015). Maka dari itu pendidik harus mempelajari dan memahami dengan baik pertumbuhan, perkembangan, karakteristik setiap anak.
.Pada pernyataan nomor 17 dan 20 yang merupakan pernyataan negatif, hanya beberapa responden yang menanggapi dengan benar. Pernyataan no 20 yaitu perubahan dalam diri peserta didik harus dipahami peserta didik tiap fasenya agar pendidik dapat mengatur kondisi dan strategi yang relevan bagi peserta didik, hanya tiga responden yang menjawab dengan benar. Diperoleh gambaran bahwa masih banyak pendidik yang belum memahami hakikat peserta didik. Karena seperti yang dikemukakan oleh Musaddad (2017) perubahan dalam diri peserta didik harus dipahami oleh pendidik pada tiap fasenya agar pendidik dapat mengatur kondisi dan strategi pembelajaran yang relevan bagi peserta didiknya.Potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang maksimal dengan bantuan dari pendidik (Ramli, 2015). Seorang guru memiliki kewenangan dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengembangkan segenap potensi peserta didik yang diimiliki sehingga mampu mandiri dan mengembangkan nilai kepribadian sesuai ajaran agama Islam dan memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya (Ramili, 2015). Maka dari itu pendidik harus mempelajari dan memahami dengan baik pertumbuhan, perkembangan, karakteristik setiap anak.
.Pada pernyataan nomor 17 dan 20 yang merupakan pernyataan negatif, hanya beberapa responden yang menanggapi dengan benar. Pernyataan no 20 yaitu perubahan dalam diri peserta didik harus dipahami peserta didik tiap fasenya agar pendidik dapat mengatur kondisi dan strategi yang relevan bagi peserta didik, hanya tiga responden yang menjawab dengan benar. Diperoleh gambaran bahwa masih banyak pendidik yang belum memahami hakikat peserta didik. Karena seperti yang dikemukakan oleh Musaddad (2017) perubahan dalam diri peserta didik harus dipahami oleh pendidik pada tiap fasenya agar pendidik dapat mengatur kondisi dan strategi pembelajaran yang relevan bagi peserta didiknya.
Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 4 menjelaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun masyarakat Indonesia seutuhnya, yaitu yang memiliki budi pekerti,keterampilan, beriman dab bertaqwa, serta memiliki rasa tanggung jawab. Maka dari itu perlu adanya program pembinaan perilaku atau karakter.
SIMPULAN
Berdasarkan paparan data dan hasil analisis tersebut, dapat kita ketahui jika peserta didik merupakan individu yang unik (Hidayati, 2015; Aisyah, 2015; Arifin, 2019) dengan karakteristik masing-masing dan berusaha mengasah dan mengembangkan potensi dasar yang dimilikinya dengan bantuan bimbingan dan arahan pendidik dan orang dewasa (Nihayah, 2015; Supriyanto, 2016; Anggraini, 2016). Agar dapat menumbuh kembangkan bakat dan kemampuan yang peserta didik miliki, maka pendidik harus memahami hakikat peserta didik dan memahami perubahan dalam diri peserta didik tiap fasenya agar pendidik dapat mengatur kondisi dan strategi relevan yang harus dilakukannya agar kemampuandan bakat yang peserta didik milki dapat bertumbuh kembang dengan sempurna (Hanafi, 2016; Rozalena, 2017). Secara tipologi, ada teori nativisme, yaitu manusia sudah mempunyai sifat bawaan dari sejak ia dilahirkan, teori empirisme, yaitu ketika lahir manusia itu seperti kertas putih yang kosong. Dan teori konvergensi, yaitu dari mulai ia dilahirkan, manusia memiliki dua sifat bawaan, diantarana baik dan buruk (Hamzah, 2019).


DAFTAR PUSTAKA

Sadulloh, Uyoh, dkk. (2015). PEDAGOGIK (Ilmu Mendidik). Bandung: Penerbit Alfabeta.
Ramli, M. "Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik." Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam 5.1 (2015).
Sumantri, Mulyani. "Perkembangan peserta didik." (2014): 1-52.
Trinova, Zulvia. "Hakikat Belajar dan Bermain Menyenangkan bagi Peserta Didik." Al-Ta Lim Journal 19.3 (2012): 209-215.
Khobir, Abdul. Hakikat Manusia dan Implikasinya dalam Proses Pendidikan (Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam). Institut Agama Islam Negeri Pekalongan, 2010.
Fauzi, A. (2019). Pengaruh Game Online Pubg (Player Unknown’s Battle Ground) Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik. ScienceEdu, 61-66.
Miharja, S. (2016). Peserta Didik dalam Perspektif Hadits. JISPO: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(1), 52-62.
Arifin, B. (2018). Meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen peserta didik. Falasifa: Jurnal Studi Keislaman, 9(2), 1-20.
Harahap, M. (2017). Esensi Peserta Didik dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 1(2), 140-155.
Aisyah, S., & Ag, S. (2015). Perkembangan peserta didik dan bimbingan belajar. Deepublish.
Yasin, A. F. (2012). Pengembangan Kompetensi Pedagogik guru pendidikan Agama islam di madrasah (studi kasus di MIN Malang I). el-Qudwah.
Prafitasari, A. N., Sudarti, S., & Mahardika, I. K. (2016). Validitas Model Pembelajaran DOTISC (Direction, Organization, Tutoring, Implementation, Solution, and Confirmation) untuk Pembelajaran IPA di SMP. Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Sains, 1(1), 68-76.
Hidayati, R. (2015). Layanan Informasi karir membantu peserta didik dalam meningkatkan pemahaman karir. Jurnal Konseling GUSJIGANG, 1(1).
Aisyah, S., & Ag, S. (2015). Perkembangan peserta didik dan bimbingan belajar. Deepublish.
Arifin, Z. (2019). Dasar-Dasar Kurikulum Berbasis Multikultural (Filsafat Kurikulum Yang Mengitarinya). Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 135-154.
Nihayah, U. (2015). Mengembangkan potensi anak: antara mengembangkan bakat dan ekploitasi. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 10(2), 135-150.
Supriyanto, A. (2016). Kolaborasi Konselor, Guru, Dan Orang Tua Untuk Mengembangkankompetensi Anak Usia Din Melalui Bimbingan Komprehensif. Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education), 4(1), 1-8.
Anggraini, G. F., & Sofia, A. (2016). Rekonstruksi Kecakapan Sosial Guru dalam Pengembangan Berbicara Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Visi, 11(2), 111-120.
Hanafi, I. (2016). Neurosains-Spiritualitas dan Pengembangan Potensi Kreatif. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya & Sosial, 3(1), 23-38.
Rozalena, R., & Kristiawan, M. (2017). Pengelolaan Pembelajaran Paud dalam Mengembangkan Potensi Anak Usia Dini. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), 2(1).
Arif, M. Khoirudidn, & Dina Dahniary Sholekah. (2019). Islamic Religion Education Implementation In Forming Student Religious Characters. Jurnal Pedagogik, 06(01)
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agaman Islam di Sekolah). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Hamzah, Muh., & Ach. Waqif Arofah. Typology Of Participants In Perspective Islamic Education Philosophy. Jurnal Pedagogik, 06(01).

Komentar